Dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN)
tahun lalu, peserta UN mendapat 20 paket soal yang berbeda. Namun tahun
ini, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan baru, yaitu
paket soal yang nantinya akan dipakai dalam UN 2015 hanya berjumlah lima
paket.
Jumlah paket soal yang lebih sedikit,
nantinya juga akan memudahkan siswa dalam mengerjakan. Para siswa hany
perlu menuliskan kode soal di lembar jawab UN. Namun meski paket soal
lebih sedikit, bobo soal UN pun akan tetap sama.
Hal tersebut disampaikan oleh Baskara
Aji, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY saat
disambangi ke kantornya. Menurutnya, kebijakan baru tersebut berguna
untuk meminimalisir kesalahan naskah soal dalam penyelanggaraan UN di
tahun-tahun sebelumnya.
Aji menjelaskan lebih lanjut, kesalahan
yang jamak terjadi di tahun sebelumnya adalah pengawas UN tidak
membagikan soal bersamaan dengan lembar jawaban. Sehingga ada perbedaan
barcode naskah soal dengan hasil di lembar jawaban siswa.
“Maka untuk mengantisipasi hal tersebut
terulang kembali, tahun ini jumlah paket soal dibuat jauh lebih sedikit.
Jika jumlah paket soal ada 20, kesalahan teknis pun semakin banyak
sehingga harus dicek berkali-kali,” ujar Aji, Selasa (13/1/2015).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar